Showing posts with label Iko Uwais. Show all posts
Showing posts with label Iko Uwais. Show all posts

#Spekulasee : The Raid 3 Rilis di 2018?

Baru - baru ini, kita masyarakat Indonesia ditawarkan sebuah sajian film aksi yang kental akan unsur Pencak Silat dan sinematografi yang memukau. Film tersebut berjudul Headshot. Seperti yang kalian tau, yang menjadi pemeran utama disana adalah Iko Uwais yang berperan sebagai Ishmael / Abdi. Sebelumnya, Iko Uwais juga pernah menjadi pemeran utama di film - film garapan Gareth Evans, seperti Merantau, The Raid : Berandal, dan The Raid 2 : Redemption.


Nah, kebetulan Referensee pernah kepo nih dengan Iko Uwais dikarenakan film Headshot tersebut. Iko Uwais sebelumnya telah dikontrak oleh Gareth Evans selama 5 tahun sebagai pemeran utama dalam film - filmnya dari tahun 2009. Itu artinya, akhir kontraknya adalah tahun 2014 yang berarti waktu itu adalah rilisnya The Raid 2 di dunia internasional.

Justru, di tahun 2016 ini, Iko Uwais muncul di Headshot yang notabene tidak diproduseri lagi oleh Gareth Evans. Headshot diproduseri oleh Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel yang pernah membuat film Killers. Dan memang benar toh, seiring lepas kontraknya Iko dari Gareth, itu artinya Iko bebas mau membintangi film dengan siapapun produsernya.

Nah, sekarang tanpa adanya kontrak tersebut, beranikah Gareth untuk menarik Iko lagi ke pangkuannya? Mengingat The Raid 2 berujung 'menggantung' yang mau tidak mau membuat Gareth harus membikin The Raid 3. Ditambah lagi status Iko yang sekarang sudah dikenal di dunia internasional dan membintangi beberapa film Hollywood, sudah seharusnya Gareth totalitas untuk bisa meneruskan sekuel The Raid mumpung Iko sedang tinggi-tingginya di kancah film internasional.

Terlepas dari film apa yang akan Iko bintangi nantinya, kita coba sama - sama berspekulasi tentang kapan film Iko Uwais selanjutnya rilis. Dari segi waktu, kita lihat film pertamanya, Merantau, rilis tahun 2009. Kemudian film ke-2 dan ke-3 nya, sekuel The Raid, rilis tahun 2012 dan 2014. Terakhir, baru baru ini Iko ada di Headshot (2016) yang notabene filmnya ke-4. Itu artinya, ada pengulangan sebuah pattern 2 tahun sekali rilisnya film yang dibintangi Iko Uwais.

Mungkinkah film barunya di tahun 2018? Dan apakah itu akan menjadi The Raid 3? Kita lihat saja nanti!
spacer

Merantau, Sebuah Perjalanan Mencari Jati Diri dan Kebenaran di Jakarta


Karatau Madang di Hulu
Berbuah Bunga Belum
Merantau Bujang Dahulu
Di Rumah Berguna Belum

Bait tersebut adalah sebuah pantun lama yang terkenal di masyarakat Minangkabau dan bercerita tentang pentingnya merantau ke daerah atau negeri lain bagi para lelaki Minangkabau. Adanya sebuah adat yang mengharuskan lelaki berusia remaja dewasa dari suku Minangkabau untuk merantau menjadi latar belakang cerita dari film ini.

Film Merantau dirilis pada tahun 2009 dan disutradarai oleh Gareth Evans yang telah terkenal dengan serial filmnya THE RAID. The Raid rilis tahun 2012, jadi film ini merupakan awal dari perjalanan seorang Gareth Evans sebagai sutradara yang banyak membawa pencak silat sebagai koreografi dalam pertarungan - pertarungan di filmnya.

Alkisah diawali dengan seorang lelaki muda bernama Yuda (Iko Uwais) yang masih hidup di kampung dan akan bersiap untuk memulai perjalanannya merantau ke Jakarta. Yuda adalah seorang Pendekar silat Minangkabau yang di dalam pikirannya, ketika di Jakarta kelak, ia akan menjadi seorang guru silat sebagai mata pencahariannya. Perantauannya ini akan meninggalkan ibunya, Wulan (Christine Hakim) serta adiknya, Yayan (Donny Alamsyah) di kampung berdua.

Akhirnya, berangkatlah Yuda ke Jakarta dengan menaiki bis. Di dalam bis, ia disamper oleh seorang yang tak dikenal sebelumnya bernama MAD DOG. Beneran dia disamper oleh Mad Dog, hanya saja di film ini dia berubah nama menjadi Eric (Yayan Ruhian). Terjadilah sedikit perbincangan antara kedua lelaki ini dimana Eric menyarankan kepada Yuda untuk tidak menyeriusi Pencak Silat sebagai pekerjaan di Jakarta.

Sampai di Jakarta, Yuda menyamperi rumah dari seorang kenalan yang diberitau oleh ibunya. Hanya saja, ketika didatangi rumahnya, tempat tersebut telah digusur dan sedang dibangun bangunan lain. Ditelpon pun juga tidak menyambung. Akhirnya Yuda sempat hidup luntang - lantung tidak jelas di Jakarta.

Setelah menyerah mencari pekerjaan serta mencari kenalan Ibunya, ia akhirnya mendatangi telepon umum untuk menelpon ibunya. Di tengah perbincangannya tersebut, datang sebuah mobil yang parkir di dekat Yuda dan mengeluarkan seorang perempuan dari bagasi yang akan diseret ke sebuah klub malam di dekat sana. Yuda menutup telponnya dan berusaha untuk menyelamatkan perempuan tersebut.

Lalu, mereka kabur untuk bersembunyi dari pencarian para bodyguard klub yang dimiliki oleh Joni (Alex Abbad) tersebut. Selama pelariannya, Yuda mengenal sosok wanita yang diselamatkan olehnya itu bernama Astri (Chika Jessica). Long story short, Astri tertangkap oleh para Bodyguardnya Joni dan dibawa ke Bosnya Joni, Ratger (Mads Koudal), untuk diselundupkan ke pelabuhan sebagai komoditas Perdagangan Manusia.

Overall, Merantau menawarkan aksi Pencak Silat yang sangat menarik mata dan memukau dari Iko Uwais. Walaupun secara sinematografi belum sebagus The Raid, tetapi tentu kita yang menontonnya akan merasakan balapan di dalam Jantung berkat aksi - aksinya disini. Kisahnya cukup padat meskipun ada beberapa hal yang tidak terlalu dijelaskan.

Rating IMDb : 6,1 / 10
Rating ala ala gue, 7,5 / 10
Film yang mirip : The Raid, Headshot, Ong Bak
spacer

HEADSHOT!!!


Amnesia terkadang menjadi hal yang baik bagi sebagian orang. Karena dengan amnesia, ia bisa melupakan hal - hal buruk yang pernah ia lakukan. Tetapi tidak bagi seorang Abdi (Iko Uwais). Ia terus dikejar oleh masa lalunya ketika ia masih dalam tahap pemulihan atas ingatannya tersebut. Sebelumnya, Abdi ditembak oleh Rika (Julie Estelle) tepat di bagian kepala dan terjatuh ke lautan. Ia ditembak karena ketahuan mengkhianati bosnya, Lee (Sunny Pang) sehingga Lee ditangkap oleh polisi setempat. Hanya saja, Abdi masih hidup dan ditemukan oleh seorang nelayan pulau setempat sehingga dibawalah Abdi ke rumah sakit.

Selama 2 bulan, ia dirawat oleh seorang dokter cantik bernama Ailin (Chelsea Islan) di rumah sakit setempat. Namun, di tempat yang terpisah, Lee berhasil lolos dari penjara. Ketika ia lolos, ia tidak tahu kalau Abdi masih hidup. Setelah kabur dari penjara, Lee mulai bergerak untuk bisnisnya kembali yang menjual narkoba dan juga senjata api. Dalam satu negosiasi atas jualannya dengan 'reseller' dari barang-barangnya, Lee mendapat informasi bahwa Abdi masih hidup. Atas informasi tersebut, Abdi mulai dicari dan diburu.

Dalam proses pemulihan atas ingatannya, Abdi menjadi dekat dengan Ailin. Selama kedekatan mereka ini, Abdi sempat dirontsen oleh Ailin atas keseluruhan tubuhnya, mengecek penyebabnya Abdi bisa mengalami amnesia. Dari hasil rontsen tersebut, ketahuan bahwa ada sebuah benda asing yang bersemayam di kepala Abdi. Maka dari itu, Ailin meminta Abdi untuk ikut dengannya ke Jakarta agar bisa mengeluarkan benda asing tersebut dari kepala Abdi. Hanya saja Abdi memilih untuk tetap tinggal agar bisa mencari jati dirinya sebelum Amnesia.

Pada akhirnya, Ailin pulang ke Jakarta menaiki bis, sedangkan Abdi tetap tinggal. Pada saat itu, mereka sedang dibuntuti oleh orang - orangnya Lee yang mencari Abdi. Awalnya, mereka mengira Abdi ikut dengan Ailin. Maka dari itu, mereka mengikuti bis yang dinaiki Ailin dan mencegatnya di tengah jalan. Tanpa rasa kasihan, mereka membunuh supir serta penumpang lainnya yang ada di dalam bis. Dari sana, para anak buah Lee menyekap Ailin dan seorang anak yang akan dikaderisasi menjadi seorang kriminal.

Sebelum disekap, Ailin sempat menelpon Abdi dan terdengar suara tembakan di tempat Ailin. Dengan (tidak terlalu) cepat, karena menaiki motor vespa, Abdi menemukan bis yang dinaiki oleh Ailin. Ditemukan banyak mayat disana dan para anak buah Lee sedang dalam perjalanan untuk membakar bis tersebut agar tidak ada bukti yang tertinggal. Setelah beberapa adegan pertarungan di bis (adegannya menegangkan disini), Abdi ditangkap oleh polisi.

Mungkin terdengar selesai perjuangan Abdi untuk menyelamatkan Ailin setelah ditangkap oleh polisi. Tetapi tak lama ia ditangkap, para anak buah Lee menghabisi seluruh anggota polisi yang berada di dalam kantor tersebut dan berencana membunuh Abdi. Hanya saja, Abdi berhasil membunuh semua anak buah Lee dan berhasil lolos darisana. Dari sinilah, penyelamatan Ailin benar - benar dimulai.

Abdi menyamperi markas Lee dan bertemu teman - teman lamanya di markas tersebut. Karena sebelumnya, Abdi adalah seorang anak yang diculik oleh Lee ketika masih kecil dan dididik oleh Lee untuk menjadi seorang kriminal. Tak hanya Abdi, banyak anak - anak yang diculik oleh Lee sehingga ia bisa membuat gembong kriminal tersendiri dari anak - anak yang ia culik dan dididik dengan kemampuan bertarung serta bertahan hidup yang mumpuni.

Setelah itu... gue ga akan bercerita lebih jauh karena ada banyak sekali adegan pertarungan yang BRUTAL dan tentunya sangat EPIK yang harus kalian tonton. Latar belakang ceritanya pun sangat kuat sehingga bagi kalian yang menonton akan dibuat menebak - nebak dari awal sampai akhir film akan kemana arahnya film ini menuju. Hanya saja, apabila kalian nonton di bioskop, kalian harus siap - siap untuk lompat dari kursi kalian karena ada beberapa adegan yang begitu mengagetkan dengan suara tembakan pistol yang tiba - tiba dan kemunculan beberapa penjahat yang datang entah dari mana.

Patut diakui, koreografi dari setiap pertarungan yang ada di film Headshot ini tersusun begitu rapi. Begitu juga film - film Iko Uwais lainnya seperti sekuel The Raid dan juga Merantau. Pasti kalian yang menontonnya akan dibuat berdegup kencang detak jantungnya serta merasa ingin menggerakkan tangan untuk mengikuti gerak pertarungan yang disajikan di film ini.

Sutradara dari film ini adalah Timo Tjahjanto serta Kimo Stamboel yang pernah membuat film Killers (2014). Overall, gue sangat merekomendasi kalian untuk menonton film ini di Bioskop. Alasannya tak lain karena sekarang juga masih diputar di Bioskop hampir seluruh Indonesia, serta film ini adalah garapan dari anak bangsa yang berkerjasama dengan studio di Singapore.

Rating IMDb : 7,4 / 10
Rating ala ala gue : 8,5 / 10
Film yang mirip : The Raid, Merantau, Ong Bak
spacer